Sabtu, 09 Maret 2013

ADA APA DENGAN KONDISI INDONESIA SAAT INI


Assalamu’alaikum.wr.wb
Indonesia adalah Negara yang besar. Namun kebesarannya belum mencerminkan besarnya kedudukan dan posisi Indonesia sebagai Negara yang maju di dunia. “ADA APA DENGAN KONDISI INDONESIA SAAT INI”? Merupakan pernyataan yang membutuhkan sebuah jawaban. Tahukah kita bahwa sekarang ini era globalisasi telah merasuki bangsa Indonesia, kita sebagai bangsa Indonesia tidak bisa menutup diri akan keadaan ini, mengapa demikian? Karena kalaulah kita tidak mengikuti perkembangan era globalisasi ini maka bisa jadi kita akan menjadi masyarakat yang tertinggal, memang tak sedikit manfaat yang dapat di rasakan, kita merasa dunia itu tanpa batas. Dahulu ketika kita mau meyampaikan pesan kepada sanak saudara kita yang bertempat tinggal jauh sungguh memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar, tapi sekarang tinggal pijit tombol angka nomor yang dituju dengan mudahnya kita dapat menyampaikan pesan kepada orang lain meskipun jarak tempatnya itu sangat jauh. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi mendekatkan jarak dan waktu. Kondisi seperti ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi  tantangan budaya masyarakat Indonesia.
Hal ini sangatlah berbahaya bila kita tidak dapat memfilter serta membedakan mana budaya asing yang dapat diserap dan mana yang tidak. Jika kita melihat kondisi riil masyarat Indonesia sekarang ini, ternyata daya serap masyarakat terhadap budaya global lebih cepat dibanding daya serapnya terhadap budaya lokal. Bukti nyata dari pengaruh globalisasi itu, antara lain dapat disaksikan dari gaya berpakaian, dan gaya berbahasa masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang sudah berubah yang kesemuanya itu diperoleh karena kemajuan tehnologi informatika dan komunikasi khususnya pada media masa. Globalisasi media dengan segala nilai yang dibawanya seperti lewat televisi, radio, majalah, koran, buku, film, VCD, HP, dan kini lewat internet sedikit banyak akan berdampak pada budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Bisa kita bayangkan kalaulah kita menyerap pengaruh asing tanpa adanya filtrasi atau penyaringan terlebih dahulu mungkin segala bentuk pengaruh negatifpun akan dapat mudah masuk, seperti di contohkan ketika gaya berpakaian budaya Indonesia yang terkenal dengan adat timurnya yang sopan dan bersahaja kini berubah menjadi gaya kebarat-baratan yang tidak pantas untuk di pakai dengan dalih ”mode baru” kata remaja saat ini, atau dalam kasus lain ketika kemudahan telekomunikasi dan informasi seperti internet yang seharusnya digunakan dalam hal positif kini mungkin tak sedikit di salah gunakan untuk mencari gambar-gambar pornografi atau hal-hal negatif lainnya. Bagaimana negara Indonesia ini mau MAJU kalau akhlak dan moral masyarakatnya pun seperti demikian. Ini menjadi ”PR” untuk kita semua sebagai warga negara Indonesia terlebih kita sebagai mahasiswa untuk bisa membedakan mana budaya asing yang dapat diserap dan mana yang tidak, agar tidak terjadi krisis akhlak di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar